» Read More...
Tips Wisata ke Garut
Check-List Perlengkapan Tempur
- Carrier Co-Trek 80-90 Lt, status masih aktif
- Carrier Karrimor 80 Lt, status dijual paksa
- Carrier Eiger 80-90 Lt, status dipinjem maling
- Cover Carrier 80-90 Lt Eiger hitam, status aktif
- Daypack Bivouac, status aktif sekali
- Washbag Bivouac, status aktif
- Matras Nolabel hitam, status aktif
- Matras Alpina kecil biru, status diistirahatkan
- Flysheet Putih, status aktif
- Hammock Nolabel hitam, status aktif
- Raincoat Terrapro, status aktif
- Raincoat Gede, status tdk diketahui/ poho deui
- Raincoat Lowe Alpine, status dipinjem maling
- sleeping bag Korean Army, status aktif
- Sleeping bag Alpina Pink, status jadi inventaris saung Bag
- Air Pillow Small, status aktif tapi bocor
- Small Gas Stove, status aktif selang rada error
- Nalgene 1400 ml, status aktif
- Termos Oxone 18/8, status aktif
- Senter Maglite 3 batre, status dirumahkan
- Senter Mini Eveready merah, status rumeuk
- Senter Mini Eveready kuning, status aktif
- Senter Gantung Army 2batre, status dirumahkan
- Head Lamp Petzl, status dipinjem udah 4 taun
- Sepatu Track Eiger Butut, status aktif sekali
- Sepatu Track Assolo, status dirumahkan
- Gaiters Camp, status raib
- Kaos Tangan woll, status aktif
- Sarung tangan kulit 3/4, status aktif
- Kaos kaki woll 2 pasang, status aktif
- Balaclava woll, status aktif
- Balaclava Polar, status backup
- First Aid Kit, status aktif tak lengkap
- Survival Kit, status aktif jarang dipakai
- Kukri, status siaga
- Tramontina, status dipinjem maling
- Pisau lipat sendok-garpu, status hadir
- Pisau lipat Nolabel, status aktif
- Pisau lempar lipat Rambo, status dirumahkan
- Eggs Box Mini, status hadir
- Kompas Bidik Coghlan, status aktif
- Protraktor Aluminium, status aktif
- Protraktor Plastik, status aktif
- Binnocular, status aktif tak terurus
- Ice Glove Camp, status dipinjem maling
- Handy talky Siemen, status dipinjem maling
- Dome Tent Coleman extreme, status dijual buat kuliah
- Lentera Kuno, status digantungkan di kamar
- Misting kotak 1set, status hadir
- Misting Bulat 1set, status inventaris saung
- Sendok-garpu lapangan 1set, status siaga
- Trangia Tobacos Box, status dialihfungsikan
- Peldples Aluminium warisan babeh, status siaga
- Peldples Plastik, status raib
- Trash Bag 2 pcs, status hadir di ransel
- Webbing biru Bivouac 6m, status siaga
- Carrabiner 3 pcs, status siaga
- Descender kong, status siaga
- Kompan Air 2 lt, status siaga
- Kompan Air 4 lt, status siaga
- Kompan Air 5 lt, status siaga
» Read More...
"Naek Turun Gunung Loe Kira Kagak Cape ?!!"
Agak lama tak lagi berdamai dengan alam dan gunung-gunung tinggi, menapaki setapak-setapak basah, aroma hutan tropis, puncak-puncak sejati tampaknya membuat kerinduanku semakin menggebu. Seakan hampir meledak kerinduanku akan hobiku yang satu ini sedikit membuat torehan-torehan memori silam dalam otakku mulai kembali berdendang. Aroma persahabatan, banyolan-banyolan konyol kala mendaki, napas yang terhengal akibat paru-paru terkontaminasi asap rokok dan polusi kota, kata-kata kasar yang terkadang terlantun akibat kecapean, kopi hitam dot com, senda-gurau sesama rekan seperjalanan ataupun siulan-siulan sumbang dari bibirku untuk menemani tracking kala sendiri dan gak ada teman yang bisa diajak mendaki hehehe, sunset & sunrice, basahnya embun di daun kala pagi, aroma hutan pinus, sejuknya air danau-danau ajaib di ketinggian, damainya pelataran puncak-puncak, hangatnya api unggun alakadarnya di depan tenda atau flysheet, trapersing/merangkak di tebing-tebing yang menghiasi perjalanan, sosorodotan di tanah licin, jurang-jurang yang selalu mendendangkan lagu kerinduan, awan-awan yang bercanda menemani perjalanan di kanan-kiriku (negeri di awan-KLa Project), pahit-getirnya perjalanan, cerita-cerita mistis (yang Alhamdulillah tak pernah kualami :P), hujan badai, letupan kawah-kawah, nyanyian merdu sang burung and much more.
Kadang teman-teman yang gak suka naek gunung berceloteh apa sih enaknya naek gunung? yak mungkin itu yang terlintas dipikiran orang-orang yang tidak suka berdamai dengan alam. Udah capek-capek naek ke puncak gunung, eh turun lagi, kayak orang gak ada kerjaan aja. Huah kalau saja yang mencelotehi itu tak kukenal, mungkin kepalan tanganku bisa mendarat dimukanya whehehe kerassss. Cape memang tapi ketika kita kembali dari perjalanan yang tersisa adalah cerita dan juga kerinduan untuk lagi menapaki lebatnya belantara dan tingginya gunung.
Just joke, ya mungkin itulah perbedaan antara orang yang hobi dan juga orang yang masih belum tau kenikmatan mendaki gunung. Memang sih susah jika diungkap dengan kata-kata, artikulasi kenikmatan bisa saja berbeda-beda tentang perjalanan, dalam hal ini mendaki gunung.
Baru tanggal 9 Desember tahun ini aku absen untuk evaluasi diri di puncak tertinggi setelah sebelumnya hampir setiap tanggal 9 Desember naek atau sekedar mencari tempat-tempat untuk menyendiri, yang jelas di alam terbuka dan jauh dari bisingnya kota dan problematika kehidupan sehari-hari.
Semoga masih tersisa esok untuk lagi kutapaki gunung-gunung tinggi, lebat belantara dan juga puncak-puncak terdamai.
--------------------------------------------------------------------
Once You've climbing mountain, You've got A Million Story To Tell
» Read More...
G. Guntur
Menuju Lokasi: Gunung Guntur hanya nama sebuah gunung dari suatu kelompok gununug yang terdapat di tiga daerah dataran tinggi. Sebelah utara dari kelompok ini adalah dataran tinggi leles dan sebelah timur dan selatan adalah Garut. Sedangkan ke arah barat komplek gunung ini akan bersambung dengan deretan pegunungan yang terdiri dari :
- Gunung Kunci
- Kawah Kamojang
- Gunung Sanggar
- Gunung Rakutak
Menuju Puncak
Tidak jauh dari kota Garut kita dapat melihat dengan jelas gunung ini atau tepatnya di sekitar pemandian Cipanas akan terasa lebih dekat lagi. Perjalanan menuju Gunung Guntur mungkin menjadi perjalanan yang termudah yang dilalui oleh para pendaki, disamping karena letaknya yang tidak jauh dari kota, transportasi menuju
ke lokasi sangat praktis dan sederhana, bahkan bagi para pendaki dari kota Bandung dan Jakarta, hanya cukup sekali perjalanan saja untuk sampai ke lokasi pendakian. Terkecuali untuk pendaki dari jawa tengah dan timur atau dari daerah lainnya memerlukan waktu lebih karena harus menuju Bandung atau Garut terlebih dahulu sebelum sampai di lokasi pendakian. Gunung yang berketinggian 2244 meter diatas permukaan laut ini, termasuk unik, karena meski tidak terlalu tinggi, tetapi untuk mencapai puncak tidak semudah yang dibayangkan. Medan pendakian pun tidak mudah karena sebagian besar jalur yang dilalui adalah hanya merupakan pasir hitam yang licin dan sering longsor. oleh karena itu penulis mengidentikkan gunung ini dengan Gunung Ciremay untuk tingkat kesulitan jalur yang dilaluinya. Mungkin para pendaki merasa was-was untuk menghemat air minum dalam perjalanannya menuju ke puncak gunung, tetapi itu mungkin tidak akan terjadi di Gunung Guntur ini, karena mata air yang mengalir sangat berlimpah dalam perjalanan menuju ke puncak guntur ini. Hanya saja dalam tiga perempat sisa perjalanan, sudah tidak ditemukan lagi mata air mengalir, jadi disarankan untuk mengisi perbekalan air minum di lokasi air terjun yang terdapat di tengah perjalanan menuju ke puncak. Jalur pendakian mungkin agak unik karena pendaki akan menemukan stepa yang cukup luas dalam perjalanan menuju puncak. Dibutuhkan waktu 5 - 8 jam perjalanan sebelum dapat mencapai puncak guntur ini. Dalam perjalanan menuju puncak guntur pendaki akan tergoda untuk menaklukan puncak pertama yang menurut pandangan pendaki adalah puncak guntur, tetapi setelah mencapai puncak pertama itu barulah pendaki sadar bahwa masih ada puncak lain yang lebih tinggi yang sebenarnya itulah puncak guntur, maka pendaki memerlukan waktu ekstra untuk menuju puncak yang sesungguhnya.
Dari puncak stepa pertama pun pendakian sebenarnya sudah dirasa cukup, karena dari puncak inilah pemandangan sunrise yang indah dapat terlihat dengan jelas. Dan pemandangan kerucut hitam raksasa yang terletak disebelah selatan yang merupakan wajah gunung cikuray dapat jelas pula terlihat.
» Read More...
Cikuray
Jam 9.30 Siang sampai juga dikawasan kebun teh daeweuhmangguh ini kita langsung menuju pos satpam oh iya kalau kita ingin mendaki G. Cikurai disana tidak ada penjaga Jagawana atau Pos PHPA, yang ada yaaa..... SATPAM yang menjaga kawasan kebon teh ini. setelah mencatat nama dan memberitahukan maksud dan tujuan kita maka satpam tsb mengizinkan kita masuk kawasan ini. eh satpam nya baik loh nggak percaya tanya aja :)) Setelah itu ada dua pilihan buat kamu2 semua : Pertama kita bisa jalan kaki tapi jauhnya Bo !!! amit-amit dech bisa makan waktu 4 Jam bisa abis dach tenaga sebelum mendaki. Kedua bisa naik ojek itu juga kalau tidak kemalaman atau sewa omprengan itu juga kalau kamu2 itu rombongan, kalau cuma 2 atau 3 orang saja sich yaaa naik ojek aja ....murah kok Cuma Rp. 5.000-Rp. 15.000 doang !! akhirnya kami jalan kaki abis enak sih melihat kebon teh sambil lihat-lihat gadis2 desa !:) nggak kalah dech !! jam 3 sore sampai juga kita di pemancar ( lokasi untuk memulai mendaki) di sana berjejer stasiun Pemancar TV (SCTV,RCTI.TVRI,TPI) nah karena tidak di ijinkan mendirikan kemah di kawasan tsb akhirnya kita kemah dipinggiran jalan ajaa dech yangg penting Hapiii, eh eh tapi kalau mau minta air bersih bisa minta ke penjaga stasiun TVRI sebab orangnya asik-asik malah kita di ajak jalan-jalan lihat cara kerja mereka me Relay Sinyal Microwavenya ituloh sinyal UHV. malah malamnya kalau kita bosan di tenda kita bisa main gaple atau nonton Bola di sana tapi sekali lagi nggak boleh nginep loh. kita agak penasaran juga loh, kok hanya penjaga TVRI saja yg agak baik sich ??? mereka (penjaga TV -Red) bilang bahwa sebenanya sudah banyak pendaki yg diberi fasiltas oleh para penjaga TV disini Tapi sayang !! mereka melupakan kebaikan penjaga TV tersebut dengan meninggalkan image yg kurang baik misalnnya saja Sampah berantakan disana-sini, Mencoret Tembok, Merusak Tanaman, Mengambil Barang alias Nimpe, tidak sopan, liar dssb dech, nah loh !! bikin hati kami jadi kecut juga ? apakah mereka yg pernah berbuat seperti itu tidak pernah berfikir yg terkena imbasnya tentu semua Pendaki gunung !!! :( Yah itu buat renungan kita aja apakah kita ini pendaki yang pencinta alam atau pendaki yang berjiwa liar ???? :! pagi-pagi sekali kami bersiap mendaki G.cikurai dengan membaca doa dan cheklist barang dan akhirnya kita memulai mendaki dari Pemancar, dengan iringan doa dan niat untuk mencapai Puncak, Awal pendakain sih jalur kita terdiri atas pohon teh di kiri kanan kita kurang lebih sekitar 1 jam berjalan kita akan memasuki hutan yang belum begitu lebat dan akan nampak sekali pemandangan yang cukup indah dari sini, memang mendaki G. Cikurai ini bisa di bilang agak berat kemungkinan karena mendannya sukar apalagi kalau hujan wah bisa - bisa memakan waktu yang agak lama tapi ada untungnya sih jadi nggak gampang haus tapi....ada keruguannya juga udaranya dingin bisa-bisa masuk angin atau yang paling berbahaya kena penyakit gunung Hipotermia ( Hilangnya suhu panas Tubuh). Perjalan nggak henti-hentinya nanjak terus terkadang baru sepuluh langkah berjalan kita udah Break lagi dan untuk menghemat air kita minum sekedarnya saja sebab di puncak tidak ada mata air paling air hujan kalau saja ada.
Kurang lebih 4,5 jam kita berjalan kita akan menemui jalan yg bercabang nah hati-hatilah disini sebab bisa bisa yang kita lalui bukan jalur yang benar lebih baik kalau kita agak ragu kita bisa STOP alias Survai, Thingking, Observasi, Planing. dan anda juga harus hati-hati dengan jalur yang agak menghilang bisa - bisa kita salah jalan dan yang paling sering terjadi bila kita sudah mendekati puncak maka ada jalur yang bercabang lagi, yang satu menuju puncak palsu satu lagi jalur yang benar.
Semakin mendekati puncak udara makin mengigit tubuh di tambah jalur yang nggak mau di ajak kompromi alias nanjak terus terkang kita harus merangkak ( Kita sebut tanjakan monyet) habis udah kayak monyet yang lagi merangkak. 7 jam suda kita berjalan akhirnya nampak juga puncak di depan mata bikin semangat berkobar-kobar seakan akan ingin cepat-cepat sampai di atas sana, dengan sisa tenaga yang ada akhirnya kita sampai juga di Puncak Cikurai dengan ketinggian 2821 mdpl.
Dari jurnal perjalanan 2002, ditulis & edit ulang oleh Temanku Shinta Mapala UI.
» Read More...
Gunung Rinjani
Gunung yang berlokasi di pulau Lombok NTB ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3726m dpl serta pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT,merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani. yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500m x 4.800m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara anak seluas 11.000.000m persegi dengan kedalaman 230m. Segara anak sering dijadikan tempat pemancingan oleh para pendaki ataupun penduduk setempat. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut, dan disebelah timurnya terdapat gunung Baru yang oleh bahasa setempat disebut dengan Gunung Baru Jari. yang memiliki kawah seluas 170 x 200m dengan ketinggian 2.296 - 2376m dpl. Pada tahun 1994 gunung Baru Jari ini meletus dan memuntahkan isi perutnya di sekitar danau Segara anak.
Akses pendakian kepuncak Rinjani bisa dicapai dari banyak tempat dan memiliki pemandangan spesifik yang berbeda-beda.
Rute dari Bayan - Torean (Utara timur laut)Dari Bayan berjalan kaki atau menumpang angkutan setempat dari Bayan ke Torean, setelah itu menyusur sungai Kokok Putih langsung ke dalam dasar kaldera. Perjalanan memakan waktu satu hari penuh dan agak sulit.
Rute dariBayan - Senaru (Utara)Senaru dapat dicapai dari ibukota Lombok Mataram dengan kendaraan bermotor (sehari perjalanan). Kemudian berjalan kaki dari Senaru ke Babanan (tepi kaldera sebelah utara), dilanjutkan ke Kokok Putih. Rute ini juga memakan waktu satu hari penuh.Dari kokok putih pendakian akan lebih sulit karena pendaki akan mulai mendaki gunung sebenarnya yaitu menuju puncak rinjani dengan menggunakan jalur gunung plawangan. meskipun demikian pendakian menggunakan jalur ini adalah yang termudah dari jalur - jalur yang lain.
Rute Sembalun Lawang (Tenggara)Dari mataram naik kendaraan bermotor ke Pesugulan (kira-kira 4 jam). Kemudian lanjutkan ke Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang, ini memakan waktu lebih kurang 3 jam perjalanan. dari sembalun lawang pendaki dapat mencapai gunung plawangan dan menuju ke segara anak dengan waktu kira-kira satu hari perjalanan. dan dari gunung plawangan dapat didaki Gunung Rinjani. Jalan ini cukup berat tapi paling banyak digunakan oleh para pendaki. Untuk detail informasi rute ini lihat ulasan rute Sembalun.
Rute dari SajangSajang terletak diantara Sembalun Lawang dan Bayan. pendakian ke Gunung Plawangan tidak jauh berbeda dengan yang dari Sembalun Lawang karena jalan setapaknya tidak jauh dari barat menjadi satu.
Rute dari Kumbi (Sesaut)Sesaut yang terletak di sebelah baratdaya pegunungan Rinjani hanyalah sejauh 1/2 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Mataram ke arah timur. Perjalanan hingga di Babanan memakan waktu lebih kurang 1 1/2 hari, setelah 2 hari sampai di Kokok Putih. Perjalan trekking yang panjang ini menyuguhkan pemandangan alam terbuka yang indah, tetapi menarik bagi seorang pendaki gunung yang menyukai hutan belantara.
Puncak Rinjani hanya dapat dicapai dari dua arah yaitu dari Gunung Plawangan dan langsung dari Aikmel. Perjalanan dari Aikmel ini sangat berat karena tidak akan ditemukan mata air mengalir dan memakan waktu dua hari perjalanan. jadi disarankan hanya yang memiliki kemampuan navigasi dan survival yang memadai yang disarankan mencoba jalur ini.
Gunung Kondo atau lebih dikenal dengan dengan Gunung Sangkareang Daya oleh rakyat setempat juga Gunung Punduk pertama didaki oleh Basleman pada tahun 1966 dengan menggunakan jalur dari timbanuh. pendakian kurang lebih satu hari. Dari puncak ini Danau Segara anak dapat dituruni dan di Timbanuh dapat dicapai dengan kendaraan umum dan sewaan.
selanjutnya menurut penduduk jalan menuju ke Danau Segara anak dapat pula dicapai dari :
1. Luk (kemungkinan lewat babanan) (Utara)
2. Masbagik (hanya sampai G. Punduk) (Selatan)
3. Mantang (juga hanya sampai G. Punduk) Barat Daya
4. Kembangkereng (sampai G.punduk)
Sumber mata air dapat di temui di:
Jalur Sembalun Lawang : Pos II dan di Plawangan Sembalun Didekat danau segara anak. Air danau Segara anak terasa kecut dan mengandung belerang, tidak enak untuk di minum.
Pendakian dimulai dari desa Sembalun lawang yang yang berada pada ketinggian ± 1156m dpl. Sebelum mendaki kita harus melapor di pos taman nasional. Disini juga terdapat losmen untuk beristirahat dengan nama Pondok Sembalun. Dari jalan raya gerbang pendakian segera terlihat dan disamping gerbang ada patung bawang yang besar. Ini mungkin dikarenakan daerah ini adalah penghasil bawang di Lombok. Sepajang jalur ini kita hanya melewati padang rumput yang mendaki dan menurun sesekali menyeberangi kali yang kering serta beberapa cemara gunung (casuarina junghuhniana). Normal jarak tempuh jalur ini adalah ± 2 jam
RUTE SEMBALUN LAWANG
Pos I atau Pos Pemantauan merupakan sebuah pondok tanpa lantai yang teletak ditengah jalur di daerah padang rumput serta berada pada ketinggian 1300m dpl. Pos ini tidak ada sumber air. Jalur dari pos ini ke Pos II masih sedikit menanjak dan padang rumput yang terbuka serta masih melewati beberapa aliran lahar dan kali kering. Jalan setapaknya sendiri kadang menurun cukup curam. Normal jarak tempuh jalur ini adalah ±1 jam.
SEMBALUN (Plawangan II)
Pos II atau Pos Tengengean terletak di sebelah kiri jalan agak menjorok kedalam dengan ketinggian 1500m dpl, dan didepan pos ini terdapat sungai kering serta jembatan diatasnya yang merupakan jalur pada rute ini. Di pos ini kita bisa jumpai sumber mata air dan sebuah toilet yang merupakan hasil sumbangan dari sebuah LSM asal New Zealand. Pos nya sendiri letaknya disebuah lembah yang diapit bukit. Jarak tempuh normal ± 1 jam
Pos III (Pos Pada Balong) terletak persis dipinggir aliran lahar/sungai kering, pada ketinggian 1800m dpl. Sebelum mencapai pos ini kita akan bertemu sebuah persimpangan jalan yang memisahkan jalur ke bukit penyesalan (kanan) dan ke jalur penderitaan (kiri). Saat ini jalur yang sering dipakai adalah jalur penderitaan, sedangkan jalur bukit penyesalan sendiri jembatannya sudah runtuh dan jalan setapaknya sudah tidak begitu jelas. Kondisi Pos III ini masih sangat bagus dibanding dua pos sebelumnya. Dari pos ini menuju Plawangan kita akan dihadapkan dengan tanjakan bukit sembilan. Karena kita memang melewati sembilan bukit sebelum sampai di gigiran punggungan yang kemudian belok kiri menuju ke Plawangan. Jarak tempuh normal ± 3,5 jam.
Plawangan sendiri merupakan sebuah dataran yang cukup luas untuk beberapa tenda yang terletak diatas gigiran punggungan yang menyatukan dengan pungungan menuju puncak serta berada pada ketinggian 2639m dpl. Dari sini terlihat jelas Segara anak dan gunung baru. Disini terdapat sebuah toilet, dan juga sebuah sumber air yang berupa pancuran. Puncak Rinjani terlihat kelas dari sini. Hati-hati terhadap monyet didaerah ini mereka sangat agresif untuk merebut makanan setiap pendaki yang lengah. Jarak tempuh normal kepuncak ±3 jam.
PUNCAK 3726M dpl.Perjalanan dari Plawangan kepuncak mulai dihadapkan pada tanjakan-tanjankan yang curam dan berdebu sampai pada batas gigiran puncak kemudian berbelok kekiri mengikuti gigiran puncak yang berpasir lembut membuat sulit untuk melangkah. Mendekati puncak tanjakan cukup terjal dan berpasir halus. Pemandangan di sekitar puncak kita dapat melihat sayup-sayup dari arah timur ada penggunungan Jayawijaya di Irian serta kepulaan Sumbawa, sebelah barat terlihat Gunung Agung di bali serta pelabuhan Lembar dan juga kearah bawahnya ada segara anak beserta Gunung Baru Jari, sebelah utara kearah bawah kita bisa melihat kawah gunung Rinjani yang sudah tidak aktif lagi.
RUTE SENARU
Di Senaru (601m dpl) kita juga harus melapor di pos taman nasional. kemudian jalan setapak dimulai dengan jalan lurus melewati perkebunan penduduk kemudian memasuki mulut hutan ada papan pengumuman dari taman nasional. dari sini jalan setapak belum begitu menajak, kita akan melewati Pos I yang hanya berupa sedikit tanah datar dibawah pohon beringin berkaki tiga tanpa pondok. Keadaan hutan tidak begitu rapat dan gelap tapi lebih sejuk dibanding rute Sembalun. Jalan setapak yang dilewati untuk mencapai pos ini relatif menanjak dan kadang-kandang agak datar akan tetapi terasa agak panjang. Jarak tempuh normal ±3 jam
Pos II atau pos Montong Satas berada pada ketinggian 1500m dpl, disini ada sumber mata air. Dari sini menuju Pos III jalan setapaknya mulai menanjak serta banyak akar pohon di sepanjang jalan setapak akan tetapi pepohonan masih rapat dan terhindar dari terik panas matahari. JArak tempuh normal ±2 jam
Pos III atau Pos Mondokon Lolak ini berada pada ketinggian 2000m dpl. Disini terdapat dua pondok akan tetapi kondisi yang satunya sudah hampir roboh. Disini juga ada sumber mata air. Setelah keluar dari hutan kita akan langsung dihadapkan dengan jalan setapak yang terbuka dan akan samapai pada daerah cemara tiga, disini cukup luas untuk mendirikan tenda akan tetapi tidak ada air. Dari cemara tiga ini jalan menanjak terus serta jalan setapaknya berbatu-batu melewati beberapa punggungan bukit yang ditumbuhi rumput dan terbuka. Jarak tempuh normal ±2 jam
PLAWANGAN SENARU - CAMP SEGARA ANAKDari Plawangan (2641m dpl) ini kita bisa melihat dengan jelas danau segara anak, puncak rinjani. Disini tidak ada sumber air akan tetapi ada toiletnya. Dari plawangan ini jalur kemudian menuruni sebuah tebing batu yang curam kemudian terus melipir turun punggungan bukit, sesekali terdapat tanjakan akan tetapi tidak begitu curam. Sampai didanau jalan setapak terus menyususri dananu hingga sampai pada lokasi basecamp danau segara anak. Jarak tempuh normal ±2 jam.
Pada lokasi basecamp ini terdapat dua toilet untuk pria dan wanita. Di segara anak ini terdapat banyak sekali ikan yang bisa dipancing . Suhu pada siang hari berkisar antara 10°C - 15°C dan pada malam hari suhu bisa turun drastis terutama sekali pada musim kemarau. Kadang-kadang angin juga bertiup cukup kencang. Dari sini rute menuju puncak akan melewati plawangan sembalun dengan telebih dahulu melewati tanjakan yang cukup memeras tenaga melewati jalan setapak berbatu melipiri gigiran tebing yang berakhir pada petigaan rute Sembalun Lawang.
Perijinan
Baik dari rute Sembalun Lawang maupun Senaru terdapat Pos Taman Nasional untuk mengurus perijinan pendakian. Biaya per orang Rp.3000,- dan sudah termasuk asuransi. Bagi yang membutuhkan porter atau guide bisa juga diurus oleh petugas disini. Honor untuk satu orang porter Rp.40.000,- per harinya dan porter-porter ini sudah sangat berpengalaman, jika dibutuhkan mereka juga bisa memasak, selain mengambil air dan menjaga tenda dan bahan makanan dari serangan monyet-monyet gunung yang banyak sekali terdapat di Plawangan Sembalun
Danau Segara AnakDanau indah ini terbentuk dari bekas kawah, seluas 11.000.000m persegi dengan kedalaman 230m. Danau ini sangat kaya dengan ikan. Bukan hanya pendaki saja yang memancing disini, akan tetapi para penduduk setempat banyak yang datang untuk memancing. Mendaki gunung Rinjani kalau tidak bermalam dipinggir danau ini rasanya ada sesuatu yang kurang.
Goa SusuGoa ini dinamakan goa susu oleh karena air berwarna putih yang mengandung belerang yang keluar dari celah bebatuan didalam gua ini. Celah untuk masuk goa ini sangat sempit dan sangat susah untuk dilewati. Penduduk setempat percaya barang siapa yang bisa masuk sampai kedalam goa ini berarti orang tersebut mempunyai hati yang bersih.
Air KalakAir Kalak dalam bahasa setempat yang artinya air panas, mengalir dari atas kebawah dan membentuk kolam-kolam kecil yang mempunyai suhu yang berbeda-beda. Jika anda ingin berendam, tinggal pilih anda menyukai suhu panas, hangat atau suam-suam kuku.
Gunung Baru JariGunung Baru Jari (bahasa Suku Sasak) yang artinya gunung baru jadi. Gunung ini membuat pemandangan gunung Rinjani menjadi khas dan tidak ada duanya.
SUKU SASAKDesa ini berada tepat disamping Pos Taman Dasional di Senaru. desa ini sangat unik karena ciri bangunan rumah yang da didalam komplek desa sasak ini masih mempertahankan keaslian budaya suku sasak. Seperti halnya dengan suku Baduy di Banten, rumah suku Sasak ini tanpa memakai paku dan terlihat sangat tertata rapi. selain desa tradisional ini di Senaru juga ada air terjun yang dinamakan SINDANG GILE, yang terletak tidak begitu jauh dari Senaru. Air terjun ini berada tidak jauh dari penginapan di Senaru dan bisa dicapai dengan jalan kaki. Sindang gile ini merupakan salah satu objek andalan dari Senaru.
» Read More...
Gn Burangrang dan Situ Lembang
Eksotisme alam dan ragam vegetasi Gunung Burangrang patut dicoba oleh rekan-rekan pendaki gunung di Indonesia. Dengan ketinggian 2064 M dpl terletak di wilayah Bandung bagian barat dengan medan yang berfariasi menjadikan gunung ini salah satu alternatif lokasi pendakian yang sangat kondusif, baik untuk latihan Mountaineering ataupun hanya sekedar hiking.
Terdapat dua jalur konfensional yang dapat di pergunakan selain jalur-jalur rintisan, pertama dengan menggunakan jalur SPN-Legok Haji dan jalur Komando. Kedua jalur tersebut memiliki karakteristik tersendiri, untuk jalur SPN-Legok Haji relatif pendek, dengan langkah standar tanpa intermezo jalur ini dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 - 1,5 jam. Dari TAD ( Titik Awal Daki ) sampai ke puncak, namun konsekwensinya yaitu jalur nyaris tanpa bonus alias nanjak terus. Sedangkan dengan jalur Komando relatif panjang karena jalur yang memutar, pada jalur ini terdapat banyak bonus sehingga tidak terlalu menyita energi. Untuk sampai ke puncak dengan jalur ini kira-kira dapat ditempuh dengan waktu 1,5 - 2 jam untuk langkah standar. Sedang untuk sumber air sendiri dapat diperoleh di TAD kedua jalur tersebut dengan mudah.
Untuk orientasi, peta yang dapat dipergunakan adalah sheet SAGALAHERANG. Sekedar pemberitahuan, jangan terlalu menganggap enteng gunung ini karena ketinggiannya yang relatif rendah sebab dengan medan yang excellence gunung ini juga biasa dipakai sarana latihan oleh pihak KOPASSUS serta rekan-rekan dari perhimpunan pecinta alam di wilayah Bandung. Untuk perijinan pendakian ( jika dirasa perlu) dapat diperoleh di polsek cisarua.
Sepanjang jalur lintasan terdapat beberapa Shelter, namun tidak berupa bangunan melainkan hanya pelataran agak luas yang biasa digunakan untuk mendirikan camp. Jika kita memilih jalur SPN-Legok Haji kita bisa menemukan satu situs berupa batu yang lebih mirip kursi yang oleh masyarakat setempat disebut BATU CALIK yang dalam bahasa sunda berarti Batu tempat duduk dan diyakini pernah diduduki oleh Gusti Prabu Kian Santang ( tidak tepat pada jalur lintasan ). Menjelang puncak sebenarnya para pendaki akan dihadapkan beberapa puncak bayangan seperti halnya gunung-gunung lain. Terdapat dua puncak pada gunung burangrang yaitu puncak 1 dan puncak 2, pada puncak 1 terdapat tugu triangulasi Burangrang dengan tiang bendera di sebelahnya, pada pelataran ini kira-kira hanya dua buah tenda yang dapat didirikan, namun jika dirasa kurang kita juga dapat mendirikan tenda di pelataran puncak 2 yang agak luas hanya beberapa meter dari puncak 1.
Setelah melakukan pendakian Gn Burangrang, rekan-rekan pendaki bisa terus melanjutkan perjalanan ke sebuah danau yang tepatnya disebut SITU LEMBANG ataupun melanjutkan pendakian Gn Tangkuban Perahu dengan tracking jalur situ lembang serta pendakian Gn Sunda juga dapat diakses lewat jalur ini.
Untuk mencapai lokasi Situ Lembang dapat menggunakan jalur Komando dengan menyusuri jalan Makadam ( jalan tanah berbatu ), tracking jalur ini memakan waktu kurang lebih 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, mungkin akan lebih singkat jika kita menggunakan kendaraan pribadi yang support akan medan yang dilalui. Perjalanan tak akan terasa karena jalur yang dipakai membelah hutan pinus, kebun bukaan dan juga vegetasi hutan tropis yang teduh. Menjelang lokasi Situ Lembang suasana mistis dari hutan basah akan sangat terasa terlebih jika perjalanan dilakukan pada musim hujan. Segala pengorbanan akan terbayar setiba di lokasi. Kita akan dapat menikmati pemandangan danau yau dikelilingi oleh gunung-gunung ( kurang lebih seperti di film Dawsoncreek lah...segara anak, danau gunung tujuh, ranu kumbolo etc.). Di lokasi ini juga terdapat dermaga, deretan barak-barak KOPASSUS dan Lapangan upacara serta pasilitas latihan militer. Danau ini merupakan sumber air bagi kota Cimahi dan sekitarnya.
Catatan : Pada musim latihan KOPASSUS kita dilarang keras untuk memasuki lokasi Situ Lembang karena dikhawatirkan peluru nyasar. Biasanya kira-kira ½ perjalanan menuju lokasi akan ditempatklan penjaga dari pihak KOPASSUS. Daripada ½ perjalanan yang udah kita tempuh sis-sia, maka disarankan melakukan SOSPED kepada masyarakat di titik awal jalur Komando untuk mengetahui dipakai atau tidaknya lokasi oleh pihak KOPASSUS.
Selamat bertualang, Jangan tinggalkan jejak selain jejak kaki...Salam Rimba Lestari
» Read More...
Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing Indonesia

1492
Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tetapi yang jelas, sampai beberapa decade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat karena dipaksa oleh mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung wallet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong, Jawa Tengah.
1623
Yan Carstensz adalah orang Eropa pertama yang melihat "..... pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju !" di pedalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke khatulistiwa. Laporannya tak dipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di Pegunungan Andes dekat khatulistiwa.
1624
Masih berkaitan dengan pekerjaan juga, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi Pegunungan Himalaya, tepatnya Mana Pass (pass = pelana/punggungan yang terentang antara dua puncak), dan Garhwal di India ke kawasan Tibet.
1760
Profesor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis-Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya, untuk penyelidikan ilmiah yang diimpikannya. Sayang tak ada yang tertarik, terutama karena keder terhadap naga-naga yang konon mbaurekso di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.
1786
Setelah beberapa percobaan gagal, Puncak Mont Blanc (4807 m) digapai manusia. Mereka adalah Dr.Michel-Gabriel Paccard dan seorang pandu gunung, Jacques Balmat. Puncak tertinggi di Alpen yang didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4153 m), tahun 1778.
1830
Alexander Gardiner melintasi Pelana Karakoram dari Sinkiang di Cina ke wilayah Kashmir di India.
1852
Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian Puncak XV, 8840 meter. Berarti puncak tertinggi di dunia, mengalahkan Puncak VIII (Kangchenjunga, 8598 m) yang sebelumnya dianggap paling tinggi. Puncak XV itu lalu diberi nama Everest (padahal aslinya orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma kata orang Tibet). Belakangan ketinggiannya dikoreksi, 8888 meter, lalu dikoreksi lagi menjadi 8848 meter, sampai sekarang.
1854
Batu pertama Zaman Keemasan dunia pendakian di Alpen, diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke Puncak Wetterhom (3708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.
1857
Alpine Club yang pertama berdiri, di Inggris.
1858
Ketinggian K2 (singkatan Karakoram nomer 2) terukur, 8610 meter, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi juara tiga.
1865
Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m)di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris.
1874
WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki.
1878
Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit.
1883
WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m).
1895
Percobaan pertama mendaki gunung berketinggian di atas 8000 meter, Nanga Parbat (8125 m), oleh AF Mummery. Orang Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang pada ketinggian sekitar 6000 meter.
1899
Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz, yang dibuat hampir 3 abad sebelumnya. Maka namanya diabadikan di situ.
1902
Percobaan pertama mendaki K2, oleh ekspedisi dari Inggris.
1907
Ekspedisi di bawah Tom Longstaff mendaki Trisul (7120 m), puncak 7000-an yang pertama. Longstaff adalah orang pertama yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian.
1909
Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE) memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam 16 bulan mereka kehilangan 16 orang anggota mati dan 120 sakit.
1910
Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran.
1912
Eks anggota ekspedisi BPUE 1090, Dr.AFR Wallaston, kembali ke Irian bersama C.Bodden Kloss, dengan 224 kuli pengangkut barang dan serdadu. Tiga jiwa melayang.
1921
George L.Mallory dkk. berhasil sampai di North Col Everest dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet.
1922
Usaha pertama mendaki Everest berakhir pada ketinggian 8320 meter di punggungan timur laut.
1924
Mallory dan Irvine yang kembali mencoba Everest, hilang pada ketinggian sekitar 8400 meter. Rekannya, Edward Norton, mencapai 8570 meter, rekor waktu itu, sendirian dan tanpa bantuan tabung oksigen.
1931
Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing.
1932
Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini.
1933
Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini.
1936
Dr.A.H.Colijn, manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, dan geolog DrJ.J.Dozy, menemukan bijih tembaga di kawasan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz, Irian.
1937
Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern.
1938
Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. .
1941
Ekspedisi Archbold 'menemukan' Lembah Baliem, kantung suku Dani dengan tingkat kebudayaan yang amat tinggi, di tengah belantara yang seolah tak berbatas dan tak tertembus. Irian kian jadi perhatian ilmuwan-ilmuwan dunia.
1949
Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.
1950
Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada 'hukum' bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman.
1951
Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall. Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan.
1952
Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937, 52 jam !
1953
Herman Buhl dkk. menggapai Puncak Nanga Parbat (8125 m), puncak 8000-an kedua yang didaki orang. Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris, menjadimanusia-manusia pertama yang berdiri di puncak atap dunia, Everest.
1954
Ekspedisi Inggris sukses di Kangchenjunga, ekspedisi Perancis sukses di Makalu (8463 m). Di Alpen, Don Whillan dan Joe Brown mencatat dinding Barat Aiguille du Dru dalam 2 hari, rekor lagi.
1955
Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari.
1956
Ekspedisi Jepang berhasil mendaki Manaslu (8163 m). Jepang segera menjadi salah satu negara besar dalam dunia pendakian di Himalaya.
1957
Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic.
1958
Lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian, membangkitkan semangat para pendaki gunung untuk menjajal Carstensz, sang perawan salju di khatulistiwa.
1960
Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing. Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing. Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey. Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat kita.
1961
Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat
1962
Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple. Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.
1963
Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari. Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d'Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan
pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter.
1964
Ekspedisi Cina berhasil mendaki Shisha Pangma (8046 m)di Tibet, satu-satunya puncak 8000-an yang terletak diluar Nepal dan Pakistan (Karakoram). Beberapa pendaki Jepang serta 3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Carstensz (4884 m) di Irian. Dua perkumpulan pendaki gunung tertua lahir, Mapala Ul di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun ini dianggap awal sejarah pendakian gunung di Indonesia.
1965
Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk. Oleh BBC/TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat 'ditonton' orang banyak. Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya.
1967
Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing.
Penggunaan tali kernmantle dipelopori oleh Inggris.
1968
Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka (Ji Irian. Tapi dasar sial, hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz.
1969
Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari. Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain bikin lintasan baru di Eiger. Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja. Nomer perdana majalah 'Mountain' beredar, menjadi media pendaki gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini. Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendakian Himalaya, dengan beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak yang terdaftar dalam permitted peaks saja. Agen-agen trekking komersial tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik kelompok-kelompok kecil dari luar 'main-main' di Himalaya dengan mudah dan murah. Soe Hok Gie dan ldhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas beracun.
1970
Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis. Di Alpen artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds,Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker's Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pljakan dan gerakan panjat tebing, sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik. Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar 'hura-hura di tebing'. Tak lagi memadai semboyan 'best training for climber is climbing', apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama & dianut.
1971
Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O.Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama.
1972
Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich.
1974
Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068 m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam.
1975
Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut. Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil. Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat 'hijau', yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu.
1976
Harry Suliztiarto tak sanggup lagi menahan obsesinya, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.
1977
Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia. Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, 'ekspedisi berdikari'. Yang pro mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini.
1978
Messner & Habeler menggegerkan dunia kangouw Himalaya dengan pendakian Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Tambah geger ketika Messner bersolo karier di Nanga PQrtied dalam waktu 12 hari. Pendakian solo ini oleh banyak pakar dianggap lebih penting daripada pendakian tanpa oksigennya. Pemerintah Nepal menambahkan beberapa permitted peaks.
1979
Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki.
1980
Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Wanadri untuk pertamakalinya menyelenggarakan ekspedisi ke Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini. Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim semi dan musim gugur. Kian banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak dipelbagai pelosok Himalaya, kikan tinggi sampah menumpuk di sana-sini. Sebagai gantinya, konon mata uang asing makin deras mengalir ke sana. Tapi siapa yang tambah kaya?
1981
Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.
1982
Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjulkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss. Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia.
1984
UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal. Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya.
1985
Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand.
1986
Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di selatan Toraja, Sulawesi Selatan. Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur. Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berthasil, menciptakan lintasan baru. Mapala Ul mengirimkan ekspedisi ke Puncak Kilimanjaro (5895 m) di Afrika antara lain Don Hasman (Wartawan Mutiara). Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oteh TVRI.
1987
Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya. Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat. Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers. Beberapa ekspedisi dan pendaki Indonesia dikirimkan keluar negeri. Mapala Ul ke Puncak Chimborazo (6267 m)dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke lmja Tse, Himalaya, hampir bersamaan dengan dua anggota Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang sedianya berambisi memanggul sepeda ke puncak namun terhadang birokrasi Nepal. Di Afrika, ekspedisi sepeda ini berhasil mencapal puncak tertingginya, Kilimanjaro (5895 m) dan Mount Kenya (5199 m, tanpa sepeda). Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) di Garhwal Himalaya,India. Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Ball.
1988
Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung & Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto. Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS. Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.
Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy & Jati, di dinding utara Parang, 3 jam. Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali. Lomba panjat 'tebing buatan' pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik. Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya, Nepal, disusul pasangan Hendricus Mutter dan Vera dari Jayagiri mendaki Imja Tse (6189 m), tanpa bantuan sherpa. Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama. Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar & Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).
1989
Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini. Tim Panjat Tebing Yogyakrta/TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya. Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking. Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat. Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar. Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian. Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB. Mapala Ul bikin 2 ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska. Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya. Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts
Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat). Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.
1991
Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia. Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur.
1992
Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas di terjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina. Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia. Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.
1997
Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya. Banyak pihak yang meragukan kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu. Pratu Asmujiono anggota pendaki dari Kopassus menjadi orang pertama Indonesia yang menjejakkan kakinya di puncak tertinggi Himalaya, Everest. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya.(Bahan: katalog LPDN, berbagai sumber).
» Read More...